4 Pembeda Penting yang Menentukan Penghasilan Anda

Dalam batas normal maka setiap orang yang sudah beranjak dewasa atau paling tidak sudah berumur 17 tahun keatas cara berpikir dan bertindak sudah menggunakan pemikiran atau penalaran yang panjang, apalagi bila keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan tentu akan selalu terasah dengan segala cobaan dan tantangan hidup, baik didalam rumah ataupun diluar rumah terlebih bila yang bersangkutan sedang kuliah atau sudah selesai kuliah. Bahkan ada yang sudah bekerja bertahun-tahun apakah sebagai pegawai pemerintah atau swasta dengan penghasilan yang diterima setiap bulan belum bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup karena pengeluaran lebih besar dari pemasukkan.

Hal ini bisa terjadi kepada semua orang terutama yang hidup di kota-kota besar ataupun di daerah penyangga kota-kota besar tersebut. Semua serba mahal dan semua ada harganya, itulah kehidupan realita masa kini. Tapi pernahkah terlintas dalam pikiran, apakah hidup seperti ini akan berlanjut sampai usia tua dengan penghasilan yang serba pas dan bagaimana kebutuhan anak istri selanjutnya dan orang-orang yang kita cintai. . .?

Disini kami ingin sharing kepada semua pengunjung blog dan memberikan gambaran kenapa situasi ini belum terpecahkan, bagaimana solusinya ? Kemudian langkah-langkah apa yang harus dikerjakan dan ditindaklanjuti ? Sebagian dari anda tentu sudah kenal yang namanya Tuan Robert T Kiyosaki dalam bukunya “CashFlow Quadrant”. Dalam buku tersebut beliau menjelaskan 4 tipe pekerjaan yang berlainan sehingga pada hasil akhir akan memberikan hasil yang berbeda. Akan kami jelaskan secara ringkas semoga bisa dipahami oleh para pengunjung blog ini.
cashflow-quadrant-with-arrow

Tipe-1[E] : Orang yang bekerja untuk orang lain ( mempunyai bos atau atasan).

Orang-orang yang masuk dalam katagori-1 ini misalnya “karyawan” atau “pegawai” atau “buruh” di suatu instansi pemerintah atau swasta. Orang yang masuk katagori ini penghasilannya sudah dibatasi oleh instansi dimana mereka bekerja. Besar kecilnya penghasilan tergantung dari kedudukan atau jabatan yang diemban oleh mereka. Terikat oleh waktu, jadi masih “active income” (bila tidak bekerja tidak mendapatkan uang terutama yang bekerja dengan sistem gaji harian). Orang dengan katagori ini bisa juga menjadi orang kaya. Populasi ini 90%.

Tipe-2 [S] : Orang yang mempunyai suatu usaha atau bisnis dimana dia ikut bekerja tetapi juga mempekerjakan orang atau karyawan.

Orang yang masuk katagori-2 ini mendapatkan penghasilan dari usaha atau bisnis milik pribadi dikurangi dengan kebutuhan operasional dari bisnisnya ( “wirausahawan”, “pemilik usaha”, “pemilik bisnis” ) Tipe-2 ini ada yang sudah mempunyai sistem dan belum. Bila sudah ada sistemnya maka pemilik dapat mengatur waktu kerjanya sedangkan bila belum ada sistemnya maka pemilik usaha tersebut masih terikat waktu, jadi Orang yang termasuk katagori-2 ini juga bisa menjadi orang kaya. “Aktive income” .Populasi ini 90%.

Tipe-3 [B] : Pengusaha

Orang-orang yang mempunyai usaha atau bisnis dimana mempunyai karyawan bisa ratusan bahkan ribuan orang. Katagori-3 ini bisnisnya sudah bersistem ( “sistem bekerja untuk anda” ), biasanya dilengkapi dengan perangkat canggih, para pekerjanya professional terlatih dan mempunyai tools atau alat bantu yang dapat meningkatkan kinerja dan pertumbuhan bisnisnya. Katagori-3 ini sudah tidak terikat waktu di tempat kerjanya ( “bebas waktu” ), jadi bisnis sudah berjalan dengan sendirinya dan “passive income” ( meskipun tidak bekerja tapi uang tetap masuk). Populasi ini 10%.

Tipe-4 [I] : Investor

Orang-orang yang “mempunyai Aset” ( “aset bekerja untuk anda” )yang diinvestasikan sehingga menghasilkan hasil. Katagori-4 ini prosentasinya dibawah 10% dari populasi. Tidak terikat waktu (bebas waktu), betul-betul “passive income”.

Itulah sekilas gambaran ke-4 tipe pembeda dalam pekerjaan sehingga menghasilkan hasil akhir yang berbeda. Untuk membedakan antara tipe-2 dan tipe-3 bisa kita uji yaitu bagaimana pekerjaannya bila ditinggalkan selama 1 tahun, maksudnya pemilik bisnis 100% tidak terlibat lagi ? Apakah bisnisnya masih berjalan dan menghasilkan serta masih ada profit atau keuntungan ? Bila bisnisnya menurun atau mati dan tidak menghasilkan profit maka masuk katagori-2 ( bukan pengusaha ), sebaliknya bila bisnisnya tetap berjalan dan terus menghasilkan profit maka disebut Pengusaha.
Dengan adanya penjelasan diatas, diharapkan para pembaca dapat paham dan yang paling penting adalah mengambil keputusan untuk berubah ke tipe 3 dan atau tipe-4.

Oke . . . . Sukses untuk kita semua yang mau berubah.
SEMOGA BERMANFAAT.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *